Welcome to our website. UKM PIKA Universitas Andalas.

Organisasi ini bernama Unit Kegiatan Mahasiswa Pengembangan Ilmu dan Kandungan Al Qur’an Universitas Andalas atau yang disingkat dengan PIKA UNAND. UKM PIKA Unand didirikan pada tanggal 11 November 2008 Masehi bertepatan dengan 13 Dzulqa’dah 1429 Hijriyah, yang berpusat di PKM Lantai 1 Kampus Universitas Andalas Padang .UKM PIKA merupakan lembaga pengembangan Ilmu dan kandungan Al Qur’an yang berorientasi pada pemusatan latihan dan peningkatan mutu dalam bidang Musabaqah Al Qur’an. | Email : Ukmpika@yahoo.com | Contact : 083181565807/085274986692.

Dunia Kaligrafi

Kaligrafi Islam adalah seni menulis indah. Biasanya berisikan ayat-ayat Al-Qur'an. Salah satu bentuk penerapan kaligrafi Islam sebagai seni hias adalah di Istana Al Hamra, Spanyol.

Kisah Mualaf

Kisah-kisah para mualaf dari seluruh dunia.

Teknologi dan Islam

Kemajuan teknologi dan informasi, serta pemanfaatannya dalam dunia Islam baik berupa Hardware dan Software.

Ayat Al-Qur'an

Berisi ayat-ayat Al-Qur'an dan kandungannya. Baik berupa teks, video, musik maupun gambar.

Kamis, 13 Maret 2014

MTQ Pelajar SMA Sedarajat tingkat Sumatra Barat

Buat adik2 yg di  SMA/SMK/MAN/PonPes  sederajat..
Ayooo tunjukkan bakat dan potensimu disini...
Pendaftaran mulai 10 maret- 3 april 2014...


Jumat, 07 Maret 2014

Juknis MTQ Pelajar tk. SUMBAR


Juknis MTQ Pelajar SMA Sedarajat bisa di download di SINI .........
Feel free... to browsing here..

Sabtu, 16 November 2013

JANGAN DEKATI ZINA

A.   BAHAYA ZINA

Melihat bahwa bahaya yang ditimbulkan oleh praktek zina merupakan bahaya yang tergolong besar dan praktek tersebut juga bertentangan dengan aturan universal yang diberlakukan untuk menjaga kejelasan nasab keturunan, menjaga kesucian dan kehormatan diri, juga mewaspadai hal-hal yang menimbulkan permusuhan serta perasaan benci diantara manusia disebabkan pengrusakan terhadap kehormatan istri, putrid, saudara perempuan dan ibu mereka. Dan ini jelas akan merusak tatanan kehidupan. Melihat hal itu semua, pantaslah bahaya praktek zina itu –bobotnya- setingkat di bawah praktek pembunuhan. Oleh karena itu, Allah menggandeng keduanya di dalam Al-Qur’an dan juga Rasulullah dalam keterangan hadits beliau. Allah menegaskan pengharaman praktek zina dalam firman-Nya,

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Furqaan : 68-70)
Dalam ayat tersebut, Allah menggandengkan zina dengan syirik dan membunuh jiwa, dan vonis hukumannya adalah kekal dalam adzab berat yang berlipat ganda, selama pelakunya tidak menetralisir hal tersebut dengan cara bertaubat, beriman, dan beramal shalih. Allah berfirman,

“Dan janganlah kamu mendekati zin. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. Al-Israa’ : 32)
Disini Allah menjelaskan tentang kejinya praktek zina dan kata “Fahisyah”  maknanya adalah perbuatan keji atau kotor yang sudah mencapai tingkat yang tinggi dan dapat diakui kekejiannya oleh setiap orang berakal.
Kemudian Allah juga memberitahukan bahwa praktek zina adalah seburuk-buruk jalan , karena merupakan jalan kebinasaan, kehancuran dan kehinaan di dunia, siksaan dan adzab di akhirat nanti.
Allah juga menggantungkan keberuntungan seorang hamba pada kemampuannya dalam menjaga “kehormatan”nya. Tak ada jalan menuju keberuntungan tanpa menjaga “kehormatan”. Allah berfirman,

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (Q.S. Al-Mu'minuun : 1-7)
Dalam ayat-ayat ini, ada 3 hal yang diungkapkan, yaitu, pertama, bahwa orang yang tidak menjaga kemaluannya, tidak akan termasuk orang yang beruntung, kedua, dia akan termasuk orang yang tercela, dan ketiga, dia kan termasuk orang yang melampaui batas. Jadi, dia tidak akan mendapat keberuntungan, serta berhak mendapat predikat “melampaui batas” dan jatuh pada tindakan yang membuatnya tercela, padahal beratnya beban dalam menahan syahwat itu, lebih ringan ketimbang menanggung sebagian akibat yang disebutkan tadi.

B.   EMPAT PINTU MASUK MAKSIAT UNTUK BERBUAT ZINA

1)      AL-LAHAZHAT (PANDANGAN PERTAMA)
Yang satu ini bias dikatakan sebagai ‘provokator’ syahwat atau ‘utusan’ syahwat’. Oleh karenanya, menjaga pandangan merupakan pokok dalam usaha menjaga kemaluan. Maka, barangsiapa yang melepaskan pandangannya tanpa kendali, niscaya dia akan menjerumuskan dirinya sendiri pada jurang kebinasaan.Allah berfiman,
“Allah mengetahui pengkhianatan (penyelewengan dan ketiadaan jujur) pandangan mata seseorang, serta mengetahui akan apa yang tersembunyi di dalam hati.“ (Q.S. Ghaafir : 19)

2)      AL-KHATHARAT  (PIKIRAN YANG MELINTAS DI BENAK)
Adapun Al-Khatharat  (pikiran yang melintas di benak) maka urusannya lebih sulit. Disinilah tempat dimulainya aktivitas yang baik ataupun yang buruk. Dari sinilah lahirnya keinginan (untuk melakukan sesuatu) yang akhirnya berubah menjadi tekad yang bulat. Maka, barangsiapa yang mampu mengendalikan pikiran-pikiran yang melintas di benaknya, niscaya dia akan mampu mengendalikan diri dan menundukkan nafsunya. Namun, orang yang tidak bisa mengendalikan pikiran-pikirannya maka hawa nafsunya yang berbalik menguasainya. Dan barangsiapa yang menganggap remeh pikiran-pikiran yang melintas di benaknya, maka tanpa dia inginkan, akan terseret pada kebinasaan.
 Pikiran-pikiran itu akan terus melintas di benak dan di dalam hati seseorang, sehingga akhirnya dia akan menjadi angan-angan tanpa makna (palsu). Allah berfirman,
“Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.” (Q.S. An-Nuur : 39)

3)      AL-LAFAZHAT (KATA-KATA ATAU UCAPAN)
Adapun tentang Al-Lafazhat (kata-kata atau ucapan), maka menjaga hal yang satu ini adalah dengan cara mencegah keluarnya kata-kata atau ucapan yang tidak bermanfaat dan tidak bernilai dari lidah. Misalnya dengan tidak berbicara kecuali dalam hal yang diharapkan bisa memberikan keuntungan dan tambahan menyangkut masalah keagamaannya. Bila ingin berbicara, hendaklah seseorang melihat dulu, apakah ada manfaat dan keuntungannya atau tidak? Bila tidak ada keuntungannya, dia tahan lidahnya untuk berbicara. Dan bila dimungkinkan ada keuntungannya, dia melihat lagi, apakah ada kata-kata yang lebih menguntungkan lagi dari kata-kata tersebut? Bila memang ada, dia tidak akan menyia-nyiakannya.
Kalau ingin mengetahui apa yang ada dalam hati seseorang maka lihatlah ucapan lidahnya. Ucapan itu akan menjelaskan kepada kita apa yang ada dalam hati seseorang, dia suka atau tidak suka.
Anggota tubuh manusia yang paling mudah digerakkan adalah lidah, tapi dia juga yang paling berbahaya pada manusia itu sendiri. Allah selalu memonitor lidah setiap kali kita berbicara dalam firman-Nya,
“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Q.S. Qaaf : 18)

4)      AL-KHATHAWAT (LANGKAH NYATA UNTUK SEBUAH PERBUATAN)
Adapun tentang Al-Khathawat (langkah nyata untuk sebuah perbuatan), hal ini bisa dicegah dengan komitmen seorang hamba untuk tidak menggerakkan kakinya kecuali untuk perbuatan yang bisa diharapkan mendatangkan pahala-Nya, bila ternyata langkah kakinya itu tidak akan menambah pahala, maka mengurungkan langkah tersebut tentu lebih baik baginya. Dan sebenarnya bisa saja seseorang memperoleh pahala dari setiap perbuatan mubah yang dilakukannya dengan cara meniatkannya untuk Allah, dengan demikian maka seluruh langkahnya akan bernilai ibadah.
Ketergelinciran pada perbuatan salah itu ada 2 macam, yaitu : tergelincir kaki dan tergelincir lidah. Oleh karenanya 2 macam ketergelinciran ini digandengkan oleh Allah dalam firman-Nya,

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (Q.S. Al-Furqaan : 63)


C.    AKIBAT PERBUATAN ZINA

Perbuatan zina itu lebih sering terjadi dibandingkan dengan pembunuhan. Kerusakan yang ditimbulkan oleh zina sungguh bertolak belakang dengan kemaslahatan dalam kehidupan. Sebab, bila seorang wanita telah melakukan zina berarti ia telah membuat aib keluarga, suami dan kerabatnya serta mencoreng wajah mereka di hadapan orang-orang. Bila dia sampai hamil kemudian membunuh anaknya, berarti  dia telah menggabungkan perbuatan zina dengan pembunuhan, dan jika setelah hamil ia tetap dengan suaminya, berarti dia telah memasukkan pada keluarga si suami dan keluarga si wanita sendiri orang lain yang bukan bagian dari keluarga. Dan masih banyak lagi kerusakan-kerusakan lain yang ditimbulkan oleh zina. Jika yang berzina itu adalah seorang pria, maka hal ini –selain hal yang diatas- juga akan menyebabkan simpang siurnya hubungan nasab, kemudian merusak kehormatan wanita yang terjaga dan menjadikannya hancur. Jadi, di belakang perbuatan keji ini (zina) terdapat kerusakan dunia dan agama sekaligus. Sungguh betapa banyak pelanggaran terhadapa larangan-larangan (pelecehan terhadap kehormatan), penyia-nyiaan hak orang dan penganiayaan yang ada di balik perbuatan zina.
Di antara dampak yang ditimbulkan oleh zina dapat mendatangkan kefakiran, memperpendek umur, dan membuat wajah pelakunya suram serta mendatangkan kebencian orang.
Namun, semua hal tersebut pasti tidak akan terjadi apabila kita tetap berada di jalan Allah, yaitu dengan cara melaksanakan semua yang diperintahkan-Nya dan menjauhi semua yang dilarang-Nya. Dan apabila seseorang sudah pernah melakukan perbuatan jika, maka jalan keluarnya adalah bertaubat dan kembali kepada Allah. Allah sendiri telah memberikan jaminan bahwa barangsiapa yang bertaubat dari perbuatan syirik, pembunuhan dan jiwa, Allah akan mengganti perbuatan-perbuatan jeleknya dengan kebaikan-kebaikan, dan ini adalah ketentuan hokum yang umum mencakup setiap orang yang bertaubat dari berbagai macam dosa. Allah berfirman,
“Katakanlah (wahai Muhammad): ‘Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah’. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Az-Zumar : 53)

Ditulis oleh : Muhammad Riduan
                    Jurusan HI 2013

Jumat, 11 Oktober 2013

Divisi SBTA


DIVISI SBTA (SENI BACA DAN TULIS AL QURAN)
Unit kegiatan mahasiswa pengembangan ilmu dan kandungan Al Quran Universitas Andalas (UKM PIKA Unand) merupakan salah satu UKM yang berada di lingkungan Universitas Andalas yang bergerak dibidang pengkajian ilmu AlQuran, baik dalam segi kandungan atau dari segi non kandungan Al Quran seperti seni baca dan tulis. Divisi Seni Baca Dan Tulis Alquran merupakan gabungan dari beberapa divisi sebelumnya. Divisi ini memiliki kegiatan menonjol dibidang seni baca dan tulis Alquran, seperti kaligrafi, syarhil quran, tilawah alquran, tartil alquran, dan qiraat sab’ah. Kegiatannya berupa pelatihan dan pengembangan sumber daya berbakat dalam segi seni baca dan tulis Al Quran agar bakat dan kemampuannya meningkat dan dapat pula diajarkan kepada orang lain.
Prinsip sebaik-baik orang adalah orang yang mempelajari Al Quran dan yang mengamalkannya, menjadi motivasi pengelola divisi ini untuk lebih intens dalam menjaring dan melatih bakat bakat terpendam yang tersembunyi oleh tinggi dan besarnya bangunan kampus granit terbesar di Asia Tenggara ini. Tim yang dikoordinatori oleh Wita Yulianti, mahasiswa angkatan 2011 yang sedang melanjutkan amanah orang tuanya untuk belajar di jurusan Biologi fakultas MIPA Unand, melanjutkan program yang sudah dirintis oleh koordinator SBTA periode setahun yang lalu berupa pelatihan tilawah AlQuran.
Even musabaqah tilawatil quran 2013 yang diselenggarakan di Unand dan UNP beberapa bulan yang lalu mempertemukan dengan beberapa pelantun ayat suci  (qori) yang sudah melanglang buana di nusantara. Kafilah Unand waktu itu yang dinominasi oleh anggota dan pengurus UKM PIKA Unand berkesempatan dilatih oleh qori nasional tersebut. Selesainya MTQ MN 2013 itu menyisakan suasana kekeluargaan diantara peserta dan pelatih, kedekatan tersebut tidak disia-siakan begitu saja. Ketua UKM PIKA Unand bersama koordinator SBTA meminta pelatih tersebut untuk menjadi mentor atau pelatih atau lebih tepatnya guru dalam program pelatihan tilawah yang telah ada tersebut.
Pelatihan tilawah, merupakan salah satu perjalanan untuk mewujudkan PONDOK ALQURAN UKM PIKA UNAND yang menjadi cita cita jangka panjang UKM PIKA Unand. Pelatihan tersebut  diadakan setiap hari Sabtu pukul 13.00 WIB bertempat di masjid Nurul Ilmi Universitas Andalas Limau Manis, Padang. Pertemuan pertama untuk periode ini mendapat antusias yang luar biasa. Pelatihan yang dipimpin oleh mantan pelatih qiraat kafilah Unand, Bang Muhammad Fadli, dihadiri oleh puluhan peserta. Suatu kemajuan yang luar biasa. Meningkat beberapa ratus persen dalam segi jumlah peserta dibanding tahun sebelumnya. 
Selain pelatihan tilawah, program yang sudah digagas oleh divisi SBTA adalah pelatihan menulis indah AlQuran, atau yang lebih dikenal dengan kaligrafi AlQuran. Pelatihan ini dilakukan setiap satu kali dalam sebulan. Yaitu setiap hari Ahad/Minggu pukul 13.00 WIB pada minggu ke empat setiap bulannya. Dalam kegiatan ini, kita akan dikenalkan dengan dasar teori, teknik dasar, dan semua hal tentang kaligrafi AlQuran. Jadi bagi yang belum tahu apapun tentang kaligrafi, bisa diketahui disini dengan menanyakan langsung ke peserta yang sudah mengetahui, atau langsung kepada pelatihnya.
Bagi yang berminat untuk mengikuti kedua program tersebut, caranya gampang saja. Datangi sekretariat UKM PIKA Unand di PKM lantai 1 limau manis. Atau dapat dengan mengunjugi blog UKM PIKA Unand. Atau datang langsung pada hari jam kegiatan yang telah dsebutkan diatas.
Mari bersama sama UKM PIKA Unand, kita wujudkan cita cita mendirikan pondok Al Quran di kampus hijau ini. Semoga kita termasuk salah seorang  yang mendapat syafaat dari Al Quran di hari kiamat kelak. Aamiin ya rabbal ‘Alamiin.

KOORDINATOR   : 

WITA YULIANTI    1110422053   BIOLOGI

ANGGOTA           : 

1. Mardhatillah Rahmi             (Farmasi/2011)
2. Rahman Ibrahim Numare    (Teknik/2011)
3. Nisaul Khairiyah                  (MIPA/2012)
4. Wahyu Firmanda                 (ISIP/2012)
5. Jamalukiya                           (Teknik Informasi/2011)
6. Rhamdi                                (MIPA/2011)
7. Randi Yandri Yunas        (Teknik Infoprmasi/2011)
8. Melidawati                           (Teknik Pertanian/2012)
9. Azril                                     (teknik/2012)
10. Arif Budiman                        (Teknik Informasi/2011)

(review by Al Anshari, DPP UKM PIKA UNAND 2012/2013)

Kamis, 10 Oktober 2013

INFO BBMK 2013


Selasa, 08 Oktober 2013

Panitia BBMK 2013

SC : Wildan Rasyid

Ketua : Akmal Halim
Sekretaris : Hanif Prima Wirandi
Bendahara : Widia Indriani

Bagian Perlengkapan : Rilci Laksmana Putra
  1. Arif Budiman
  2. Robby Oktahidayat
  3. Bobby Prasetya Adiguna
  4. Deno Yulfa Adrian
  5. Darussalam
  6. Muhammad Iqbal
  7. Randy Yadri Yunas
Bagian Acara : Al Hafizh Ibnu Qoyyim

  1. Fanny Amelia
  2. Salmaini
  3. Rabi'atul Adawiyah
  4. Rizal Efendi
  5. Wita Yulianti
  6. Riki Ramadhani
  7. Wahyu Firmanda
  8. Indah Rahayu
  9. Ika Rosmayanti
Bagian Pubdokmas : Agariadne Dwinggo Samala
  1. Resti Ameliani
  2. Alfi Fauzi .Y
  3. Khalidazia
Bagian Konsumsi : Sefni
  1. Rizka Aulia Putri
  2. Zakky Aulia
  3. Mira Diana
  4. Ummi Saudah Harahap
  5. Fandi Harmiki
Bagian  Kestari : Orindia Suarmin
  1. Oliensia Mega Yama Vasilsa
  2. Jamalukiyya
*Jika terdapat kesalahan segera konfirmasi kepanitiaan.  :)

Sabtu, 05 Oktober 2013

"Hidupkan Hati dengan Shalat"

October 6, 2013 at 9:52am
“ jika ingin mengetahui seseorang itu, maka lihatlah shalatnya”
(sabda Rasulullah)

   Oleh : WILDAN RASYID
 Mahasiswa Farmasi UNAND
Ketua UKM PIKA 2013/2014





“Shalatlah kamu sebelum kamu di shalatkan”. Kata-kata ini sering kita dengarkan, biasanya tulisan ini dipajang di dinding-dinding mushalla, atau tempat ibadah lainnya. Ya…, hanya sekedar tulisan ! Jarang sekali kita memikirkan makna kata-kata ini secara seksama. Kata-kata ini mengingatkan kita akan adanya kematian yang tentunya akan melanda setiap manusia, tanpa terkecuali. Apakah itu pemulung, pejabat, koruptor, maling, ustadz, bahkan malaikat sekalipun, akan merasakan maut atau mati. Sebagaimana firman Allah, kullunafsin zaaikhotul maut (Setiap yang bernyawa pasti akan menuai kematian).
Hakikat kehidupan manusia bukanlah kehidupan biologis semata, sebagaimana halnya kehidupan binatang, tetapi merupakan hidupnya hati seseorang dengan cahaya iman dan makrifat kepada Allah serta dengan akidah tauhid yang suci dan bersih. Sebaik-baik manusia adalah orang yang hidup untuk mempersiapkan kematiannya, karena dunia ini hanyalah titipan belaka yang bersifat sementara, sebagaimana tujuan diciptakan manusia itu sendiri,”Tidak aku ciptakan jin dan manusia, melainkan hanya untuk beribadah kepadaKu” (Q.S Adz-Dzaariyaat ; 56).
Allah berfirman, “Dan apakah orang yang sudah mati (mati hatinya/kafir) kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan cahaya yang terang yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar darinya?...” (Al-An’aam:122)
Menurut Syekh Mushthafa Masyhur, (Di dalam “Berjumpa Allah lewat Shalat”) kata “mati” di ayat tersebut adalah  buta bahsirah-nya, ‘mati hatinya’, kafir lagi sesat. Disanalah Allah menghidupkan hati kita dengan iman bersama petunjuk dan hidayah cahaya agung yang memuat segala persoalan hidup, dan pembeda antara yang hak dan bathil. Di dalam surat (Al-Anfaal:24), Allah juga mengatakan, Orang yang memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya yang menyeru kepada iman, maka jiwa dan hatinya menjadi hidup. Dengannya pula dipersiapkan kehidupan yang abadi di akhirat kelak. Yang salah satunya dengan Ibadah Shalat, karena shalat adalah kuncinya surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai.
            Shalat adalah tiang agama, ibadah shalat ialah amalan pertama yang dihisab oleh malaikat. Beruntunglah orang-orang yang mendirikannya. “Aqimusshalah, innashalata tanha ‘anilfahsya iwal munkar”(Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, Al-Ankabut : 45)
            Shalat tidak ada jangka waktu (deadline), tidak seperti halnya makanan yang ada masa kadarluarsanya. Tidak seperti berita di surat kabar yang harus memiliki batas waktu. Asalkan ia beragama islam, sadar, tidak gila, tidak berhalangan haid/nifas bagi wanita, wajib untuk melaksanakan shalat. Baik itu anak-anak yang sudah akil baligh, remaja maupun sudah tua renta. Namun jika ia benar-benar tidak bisa lagi dalam artian meninggal  (pulang ke rahmatullah), barulah tugas bagi mereka yang masih hidup untuk menyolatkannya. Begitu pentingnya shalat, tidak bisa melakukannya, ia masih wajib dikerjakan yaitu dengan cara disholatkan.
            Mungkin kita sudah tahu bahwa perintah shalat awalnya turun saat Rasulullah Isra’ mi’raj ke Sidratul Muntaha, yang mana perintah itu langsung diterima oleh Rasulullah dari Allah SWT. Yang kemudian kita sebagai umat islam diwajibkan untuk mendirikannya, bukan hanya melakukannya secara gerakan, tapi juga harus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
            Perintah itu sudah lama sekali, yaitu setahun sebelum tahun hijriyah. Seiring perkembangan zaman yang mengubah pola pikir manusia. Ditambah lagi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu merubah dunia kian maju dari tahun ke tahunnya. Juga mampu merubah keyakinan seseorang, banyaknya pengaruh luar, Nasrani dan Yahudi, yang mampu mengubah kepribadian kita, sehingga sedikit demi sedikit cahaya islam kian redup, dan jikalau itu dibiarkan ia akan padam dengan sendirinya. Atau jangan-jangan zaman kegelapan atau zaman jahiliyyah yang telah dihapus oleh Rasulullah di kota Mekkah, akan muncul kembali di tengah-tengah kita. Astagfirullahhal aziim.
Hal ini terlihat dari eksistensi shalat yang menjadi tiang agama itu, kian memudar di hati umat islam sendiri. Sepertinya shalat yang dulunya dianggap sebagai kebutuhan, sekarang telah menurun predikatnya menjadi kewajiban, yang walaupun dilakukan terkadang karena sudah ada himbauan dari orang lain, atau bahkan paksaan, baik itu dari orang tua, guru dan lainnya. Ia atau tidak…? Mudah-mudahan itu bukan kita.
Kita tak dapat pungkiri itu, apalagi dikalangan remaja. Begitu entengnya kita meninggalkan shalat tanpa ada sebab yang jelas, seperti sakit, haid dan nifas bagi wanita. Berbagai alasan menjadi penutup atas kesalahan dan dosanya itu. Sibuklah, membuat PR, pergi jalan-jalanlah, dan yang paling maraknya sekarang karena adanya internet, yang membuat kita terlelap, lupa dengan waktu, bahkan ada juga yang seharian duduk di depan computer sambil mengakses internet, hingga lupa dengan waktu shalat. Seperti banyak media mengatakan bahwa internet mampu menghipnotis banyak kalangan, anak-anak, pemuda-pemudi dan orang dewasa sekalipun, karena internet menjadi lahan yang mudah untuk ilmu pengetahuan, walau terkadang banyak orang yang menyelewengkannya, seperti : untuk kasus kejahatan (cyber crime), membuka situs-situs porno, ditambah lagi sekarang lagi maraknya video mesum Ariel, Luna Maya dan Cut Tari, yang tentunya berdampak buruk pada pengguna dunia maya itu sendiri. Selain itu juga ada jejaring sosial, seperti : Facebook, friendster, twitter dan apalagi game online (Empire,Point Blank, Conditional Straight, Poker, dll). Banyak lagi penyebab yang membuat kita seringkali meninggalkan shalat karena kesibukan kita, yang terkadang tidak ada manfaat yang jelas.
Lagi…lagi…kita melalaikan shalat! Dalam surat Al-fil, Allah mengatakan bahwa neraka bagi orang-orang yang shalat, yaitu mereka yang melalaikannya. Melalaikannya aja neraka, bagaimana lagi kalau sempat meninggalkannya. Ia bukan…? Nauzubillah.
            Lain lagi halnya dengan yang ini, ia mengaku telah melakukan shalat lima waktu sehari semalam, tapi ya…, hanya sebatas itu, tidak mendirikannya. Alhasil shalat tidak membuat hatinya hidup dan meninggalkan maksiat. Ia tidak memperoleh khasiat shalat itu, tidak dapat merasakan kehadiran dan keindahan shalat di tengah-tengah kehidupannya, sehingga shalat tidaklah merubah dirinya. ”Shalat Yes,,,Tapi judi jalan terus…!” Shalat iya, maksiat  tidak ketinggalan…! Mungkin kita pernah melihat orang yang seperti itu. Shalat yang dilakukan hanyalah sia-sia, karena tidak mampu membuat ia tercegah dari perbuatan keji dan mungkar. Tentu kita tidak mau seperti itu bukan?
Maka dari itu dirikanlah shalat ! bukan hanya sekedar melakukannya, tapi penuh penghayatan dan ketulusan, bahwa kita memang butuh Allah dalam kehidupan kita. Seperti halnya pesan Lukman as kepada anaknya, “Kerjakanlah olehmu semua perintahNya, selama kamu masih hidup dengan nikmatNya, dan kamu boleh melanggar larangannya, selama kamu mampu menahan pedihnya siksaan nerakaNya”.  Tapi kenapa itu bisa terjadi…? Sehingga orang yang berpikiran pendek mengatakan, “Shalat gak shalat sama wae!”  nauzubillah.
            Ini tidak boleh dibiarkan, tentu ada penyebabnya. “apakah shalat kita sudah mendekati kesempurnaan?  Penyebabnya Mungkin whudu’ kita yang kurang betul, sehingga berdampak pada shalat kita, shalat jadi tidak khusuk. “Sesungguhnya orang-orang beriman menjaga whudu’ dan shalatnya.” Atau penyebabnya adalah cara dan bacaan shalat kita yang jauh dari kesempurnaan. Kita berkewajiban mempelajarinya, sesuai hadist Rasulullah, “Thalabu’ilmi ‘ala kullimuslim”, menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim (laki-laki dan perempuan). Apalagi ilmu tentang shalat yang menjadi tiang agama, yang menjadi tolak ukur seseorang itu dimata Allah dan manusia. Kita wajib mempelajari tentang shalat, dengan mempelajari sifat shalat nabi Muhammad SAW. Karena beliau menyuruh kita, “shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” Kita dapat mempelajarinya dari buku-buku panduan shalat, jangan malu untuk kebenaran, daripada shalat kita menjadi sia-sia.
Shalat menjadi ibadah paling utama di sisi Allah, Jika baik ibadah shalat seseorang, maka baiklah ia. Namun jika buruk ibadah shalatnya, maka ibadah lainnya akan menjadi sia-sia. Tentu kita tidak mau ibadah kita yang lain menjadi sia-sia bukan? Seperti sedekah kita tidak ada harganya, karena shalat kita bermasalah, dan ibadah-ibadah lainnya. Maka, Marilah kita mendirikan shalat…! Dan shalat yang lebih utama itu adalah di Mesjid, rumahNya Allah. Karena salah satu diantara orang-orang yang mendapat perlindungan langsung dari Allah di akhirat nanti adalah pemuda yang hatinya terpaut dengan mesjid.
Ibadah shalat juga menjadi tolak ukur seseorang, jika ingin mengetahui seseorang itu, maka lihatlah shalatnya, kata Rasulullah SAW.
Allah swt. Maha Kaya ketimbang kita, karenanya dari ibadah-ibadah kita, dari shalat-shalat kita, menunjukkan bahwa kita ini fakir dan sangat membutuhkan Allah, sedangkan Allah sedikitpun tidak membutuhkan kita. Maka dari itu, pantaskah kita berlaku sombong padaNya? Dan yang seharusnya kita lakukan adalah Melakukan perintahNya dan meninggalkan segala larangannya, yang salah satu perintahnya adalah shalat wajib lima waktu sehari semalam. Sebagai makhluk yang lemah kita mesti sadar, bahwa kita membutuhkan pertolongan dari Allah, fadilah, rahmat dan ampunan, serta ridho dari-Nya. Dan seharusnyalah kita beribadah untuknya.
Sebenarnya Allah tidak membutuhkan apa-apa dari kita, tidak mengharapkan apa-apa dari kita, tapi sebaliknya kitalah yang mengharapkan Allah. Apakah jika kita tidak shalat Allah rugi ? Apakah jika tidak ada manusia di bumi ini yang sujud padaNya, Allah akan berhenti jadi Tuhan ? tidak bukan…? Maka tak ada alasan lagi bagi kita untuk meninggalkan shalat, karena sesungguhnya itu semua semata-mata hanyalah untuk kita, bukan untuk Allah saw.
Ringkasnya, dengan mendirikan shalat, itu akan menghidupkan hati kita yang membuat kita seolah-olah bertemu dengan Tuhan Sang Pencipta. Perihal gerakan –gerakan fisik, seperti berdiri,ruku, dan sujud, semata-mata merupakan gambaran yang tampak untuk suatu kondisi hidupnya hati bagi yang menunaikan shalat di sela-sela kekuasaan Allah. Di dalamnya termasuk pengagungan, penyucian, kepasrahan, kerendahan, kekhusukan dan pendekatan diri kepada-Nya.
Jadilah pribadi yang sholeh dan sholehah, di saat kebanyakan manusia menyibukkan diri dalam upaya mencari materi, uang, kekayaan, pangkat dan jabatan, duniawi belaka. singsingkan lengan baju, Basuhlah wajah, kembangkanlah tikar dan shalatlah dengan penuh kekhusukan dengan sifat shalatnya Rasulullah. Adalah suatu kepentingan mendesak, yaitu perlunya menghidupkan shalat sebagaimana Rasulullah saw. Sehingga dengan shalat kita merasakan kebahagian rohani dan kelezatan ketaatan, serta selalu dengan setia menunggu tibanya waktu shalat dan menyambut dengan luapan kegembiaraan. Hal ini sebagaimana kegembiraan seseorang yang ketika sedang haus dahaga, tiba-tiba ia memperoleh seteguk air dingin dan segar. Rasulullah saw. Mengibaratkan hal itu, sebagaimana sabdanya, “Aku jadikan shalat itu menyejukkan hatiku”
Maka marilah kita melangkah untuk memperoleh secara seksama suatu kehidupan di dalam shalat kita, yang yang di dalamnya pula hati kita menjadi hidup. Mari kita raih, ” Kehidupan dalam mihrab shalat”